-->
  • Jelajahi

    Copyright © Timesnews.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Uji Laboratorium Ungkap Penyebab Keracunan Massal Siswa MBG di Tegalombo

    timesnews.id
    Jumat, 17 April 2026, April 17, 2026 WIB Last Updated 2026-04-17T11:01:11Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    PACITAN | TIMES NEWS – Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tegalombo akhirnya menemukan titik terang. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan memastikan adanya kontaminasi bakteri pada sejumlah sampel makanan dan air yang dikonsumsi para siswa.

    Kepala Dinkes Pacitan, Daru Mustikoaji, menyampaikan bahwa sampel makanan yang sebelumnya dikirim ke laboratorium di Surabaya dan Yogyakarta telah selesai diperiksa.

    “Dari hasil laboratorium, sampel makanan yang diambil pada kurun waktu 8 sampai 10 April di SPPG Kebondalem ditemukan adanya bakteri. Termasuk juga air yang diuji di Labkesda Pacitan,” kata Daru, Jumat (17/04/2026).

    Ia menjelaskan, beberapa jenis makanan yang disajikan kepada siswa teridentifikasi mengandung bakteri.

    “Yang mengandung bakteri di antaranya sawi dan edamame. Jadi dapat dipastikan makanan yang terkontaminasi bakteri tersebut yang menyebabkan para siswa mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, dan pusing,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Daru menambahkan bahwa hasil uji laboratorium tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan program MBG ke depan.

    “Nanti hasil ini kami serahkan ke Badan Gizi Nasional untuk bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” imbuhnya.

    Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun, total siswa yang terdampak dalam kejadian tersebut mencapai 158 orang. Mereka mengalami gejala yang bervariasi, mulai dari mual, muntah, hingga diare setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.

    Sebagian besar siswa telah mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan pulang, namun hingga saat ini masih terdapat enam siswa yang menjalani perawatan lebih lanjut.

    Peristiwa ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, mengingat program MBG merupakan salah satu upaya pemenuhan gizi bagi pelajar. Hasil uji laboratorium diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan dalam pelaksanaan program, khususnya dalam memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan kepada siswa. (**)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini