PACITAN — Turnamen E-Sport Antar Desa Se-Kabupaten Pacitan yang digelar oleh E-Sports Indonesia (ESI) Kabupaten Pacitan resmi berakhir dengan sukses pada malam ini. Ajang yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-281 tersebut menjadi bukti nyata pesatnya perkembangan E-Sport di tingkat desa, sekaligus wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan prestasi.
Sejak awal pendaftaran dibuka, turnamen ini mendapat respons luar biasa dari masyarakat. Ratusan pemain dari berbagai desa di seluruh kecamatan mendaftarkan diri, hingga akhirnya tercatat 114 tim resmi mengikuti kompetisi, terdiri dari 66 tim Mobile Legends dan 48 tim Free Fire. Antusiasme tinggi ini menunjukkan bahwa E-Sport telah menjadi bagian dari ekosistem olahraga dan kreativitas anak muda Pacitan.
Babak penyisihan dilaksanakan secara online pada 14–15 Februari 2026, berlangsung ketat dan penuh tensi. Setiap tim harus mengerahkan strategi matang, kekompakan, serta stamina berpikir untuk bisa melangkah ke fase berikutnya. Persaingan antar desa berjalan sengit namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Puncak turnamen digelar secara offline pada 17 Februari 2026 di Gedung Karya Dharma Pacitan. Atmosfer pertandingan semakin panas dengan kehadiran para pendukung yang memberikan semangat langsung kepada tim kebanggaan desanya masing-masing. Adu strategi, kecepatan mengambil keputusan, hingga ketenangan mental menjadi faktor penentu di laga-laga krusial.
Pada divisi Free Fire, pertandingan berlangsung dramatis hingga ronde terakhir. Hasil akhir menetapkan Juara III diraih tim dari Desa Pucangsewu, Kecamatan Pacitan, Juara II oleh tim dari Desa Bangunsari, Kecamatan Pacitan, dan Juara I berhasil diraih tim dari Desa Tanjungsari, Kecamatan Pacitan yang tampil konsisten dan dominan sepanjang turnamen.
Sementara itu, di divisi Mobile Legends, laga final menyajikan pertarungan strategi tingkat tinggi. Juara III diraih tim dari Desa Sumberejo, Kecamatan Sudimoro, Juara II diraih tim dari Desa Baleharjo, Kecamatan Pacitan, dan Juara I sukses diraih tim dari Desa Bangunsari, Kecamatan Pacitan, yang mampu menunjukkan performa solid sejak babak awal hingga final.
Ketua Umum ESI Kabupaten Pacitan dalam sambutannya saat penutupan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya turnamen ini. Ia juga memberikan pesan khusus kepada para pemain yang sebagian besar masih berstatus pelajar.
“Karena mayoritas peserta masih pelajar, kami berharap adik-adik player tetap semangat untuk bertanding kapan pun dan di mana pun, tetapi jangan lupa tetap belajar,” pesannya.
Pesan tersebut sejalan dengan tagline ESI Pacitan, “Selamat Bertanding, Jangan Lupa Belajar”, yang menjadi semangat utama dalam pembinaan E-Sport di daerah.
Dengan berakhirnya turnamen ini, ESI Kabupaten Pacitan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kompetisi E-Sport yang edukatif, kompetitif, dan berjenjang. Selain menjadi ajang silaturahmi antar desa, turnamen ini juga diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit atlet E-Sport potensial yang kelak dapat mengharumkan nama Pacitan di tingkat regional hingga nasional. (**)



