![]() |
| Acara peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Baiturrohman, Dusun Gondanglegi, Desa Tumpuk, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, Sabtu (17/01/2026) malam. |
Pacitan | lensanasional.com – Camat Bandar, Herman Ramahi, menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam acara peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Baiturrohman, Dusun Gondanglegi, Desa Tumpuk, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, Sabtu (17/01/2026) malam.
Masjid Baiturrohman memiliki nilai sejarah tinggi karena merupakan masjid tertua di Kecamatan Bandar dan hingga kini tercatat sebagai satu-satunya masjid di kecamatan tersebut yang berdiri sejak tahun 1899, didirikan oleh Haji Umar, tokoh agama setempat pada masanya.
Kegiatan pengajian umum tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat, antara lain Camat Bandar, Sekcam Bandar, Kepala Desa Tumpuk, Kasi Sosial dan Ketentraman, Danramil Bandar, Kapolsek Bandar, Anggota DPRD Kabupaten Pacitan Heriyanto, Anggota DPRD Arip Nur Hidayat, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama Dusun Gondanglegi.
Dalam sambutannya, Camat Bandar Herman Ramahi menyampaikan apresiasi atas kekompakan masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan serta merawat masjid bersejarah sebagai pusat ibadah dan syiar Islam. Ia menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat keimanan, ukhuwah, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Masjid Baiturrohman ini bukan hanya bangunan ibadah, tetapi juga saksi sejarah perjuangan dakwah Islam di Kecamatan Bandar. Mari kita rawat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan yang telah diwariskan para pendahulu,” ujar Herman Ramahi.
Sementara itu, penceramah Ir. H. Budi Harisantoso, S.T., M.T. dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj merupakan peristiwa agung yang sarat makna dan hikmah. Menurutnya, Isra Mi’raj tidak hanya menjadi catatan sejarah perjalanan spiritual Rasulullah SAW, tetapi juga pedoman kehidupan umat Islam, khususnya dalam menjalankan ibadah, memperkuat akhlak, dan membangun hubungan sosial (bermuamalah).
“Dengan kebersamaan dan landasan keimanan yang kuat, diharapkan masyarakat dapat berperan aktif dalam mewujudkan Desa Tumpuk yang religius, harmonis, dan sejahtera,” ungkapnya.
Peringatan Isra Mi’raj di Masjid Baiturrohman berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan. Selain menjadi sarana peningkatan keimanan, kegiatan ini juga mempererat sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai religius serta persatuan di wilayah Kecamatan Bandar. (**)


