-->
  • Jelajahi

    Copyright © Timesnews.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Basuki Teguh Yuwono Dorong Pelestarian Budaya Lentur dan Pembangunan Museum Arkeologi di Pacitan

    timesnews.id
    Rabu, 04 Februari 2026, Februari 04, 2026 WIB Last Updated 2026-02-04T12:48:19Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Pembukaan Gelar Budaya LUWUNG di Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Pacitan, Selasa (4/2/2026).


    TIMES NEWS | PACITANStaf Khusus Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Bidang Sejarah dan Perlindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono, menegaskan pentingnya pewarisan kebudayaan kepada generasi muda dengan pendekatan yang adaptif dan berbasis nilai-nilai substansial. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pembukaan Gelar Budaya Luwung yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-281, di Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Pacitan, Selasa (4/2/2026).


    Dalam sambutannya, Basuki Teguh Yuwono menyampaikan bahwa kebudayaan kerap dipandang sederhana dalam kehidupan sehari-hari, namun justru menjadi hal yang kompleks ketika diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.


    “Kebudayaan menjadi sesuatu yang penting bagaimana tumbuh kembang dan keberadaannya itu untuk terus kita wariskan dari generasi ke generasi,” ujarnya.


    Ia menekankan bahwa perkembangan intelektualitas generasi muda yang pesat perlu diimbangi dengan pemahaman kebudayaan yang proporsional. Namun, pelestarian budaya tidak boleh dilakukan dengan cara yang kaku dan memaksakan seluruh bentuk tradisi untuk dikuasai sekaligus.


    “Kita tidak boleh menjadi generasi yang terlalu kaku, seolah-olah generasi muda harus tahu semuanya, mulai dari wayang, keris, ketoprak, hingga batu akik. Yang perlu kita berikan adalah fondasi nilai budaya yang mendasar, tetapi lentur, sehingga mereka dapat memilih fokus dan kedalaman masing-masing,” jelasnya.


    Menurutnya, pendekatan tersebut akan melahirkan generasi yang memiliki keahlian khusus di bidang kebudayaan tertentu, yang pada akhirnya akan memperkaya khazanah budaya nasional.


    Lebih lanjut, Basuki menegaskan bahwa substansi kebudayaan tidak hanya terletak pada benda pusaka atau pertunjukan tradisi, melainkan pada nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, seperti tanggung jawab, kearifan, dan kerendahan hati.


    “Ketika kebudayaan kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, secara langsung maupun tidak langsung nilai-nilai itu akan diikuti oleh generasi muda kita,” tuturnya.


    Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan adanya diskusi bersama Bupati Pacitan terkait gagasan pembangunan Museum Arkeologi Kabupaten Pacitan sebagai pusat edukasi sejarah dan budaya lokal. Museum ini dirancang agar generasi muda dapat belajar langsung mengenai kehidupan masa lampau, mulai dari budaya pertanian, gastronomi lokal, hingga arsitektur rumah tradisional Pacitan.


    Ia menegaskan bahwa museum tersebut bukan untuk membawa masyarakat kembali ke masa lalu, tetapi sebagai fondasi kuat dalam membangun identitas budaya yang kokoh di masa depan.


    “Masa lampau adalah fondasi terkuat bagaimana kita melangkah ke depan dengan identitas yang kuat. Ini adalah cita-cita yang perlu kita dukung bersama melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pacitan dan Kementerian Kebudayaan,” ungkapnya.

    Menutup sambutannya, Basuki Teguh Yuwono mengajak seluruh pihak untuk segera mewujudkan gagasan besar tersebut menjadi kenyataan.


    “Mimpi itu indah, tetapi jangan terlalu lama bermimpi. Mari kita wujudkan mimpi itu menjadi realita yang bermanfaat bagi generasi mendatang,” pungkasnya.


    Kehadiran Staf Khusus Menteri Kebudayaan RI Bidang Sejarah dan Perlindungan Warisan Budaya dalam Gelar Budaya Luwung ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah pusat dalam mendukung pelestarian dan perlindungan warisan budaya daerah, khususnya di Kabupaten Pacitan. (Dn)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini